Archives 19/04/2025

Bubar Paksa! Konvoi Pelajar Berujung Ricuh di Jogja, Polisi Amankan Sejumlah Siswa

Aksi konvoi ricuh yang melibatkan puluhan pelajar dari berbagai sekolah di Yogyakarta berhasil dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian. Aksi konvoi ricuh yang terjadi di sepanjang Jalan Malioboro pada Sabtu siang, 19 April 2025, sekitar pukul 10.30 WIB ini sempat menyebabkan kemacetan dan keresahan di kalangan wisatawan serta pengguna jalan lainnya. Polisi mengamankan sejumlah siswa yang terlibat dalam konvoi ricuh tersebut.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, aksi ricuh ini diduga merupakan perayaan usai pelaksanaan ujian sekolah. Namun, aksi yang awalnya berjalan tertib berubah menjadi ricuh saat sejumlah pelajar melakukan aksi ugal-ugalan, menggeber-geber knalpot, dan bahkan melakukan coret-coret fasilitas umum. Tindakan anarkis ini kemudian memicu keributan antar kelompok pelajar hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapatkan laporan adanya kericuhan pelajar yang mengganggu ketertiban umum, petugas dari Polsek Gondomanan dan Polresta Yogyakarta segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Setibanya di Malioboro, petugas langsung melakukan tindakan tegas dengan membubarkan paksa konvoi tersebut. Sejumlah pelajar yang kedapatan melakukan tindakan anarkis dan provokasi diamankan oleh petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Yogyakarta, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Aditya Firmansyah, S.I.K., M.H., melalui keterangan persnya menyesalkan terjadinya aksi konvoi ricuh pelajar tersebut. “Kami sangat menyayangkan tindakan para pelajar yang melakukan konvoi hingga berujung ricuh dan mengganggu ketertiban umum. Beberapa siswa telah kami amankan dan akan kami lakukan pendataan serta pembinaan,” ujar Kombes Pol Aditya Firmansyah. Pihaknya menambahkan bahwa orang tua dan pihak sekolah dari para siswa yang diamankan akan segera dipanggil.

Lebih lanjut, Kombes Pol Aditya Firmansyah mengimbau kepada pihak sekolah dan orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa di luar jam sekolah. Pihaknya juga menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir segala bentuk aksi konvoi yang berujung pada kericuhan dan mengganggu ketertiban umum. Para pelajar yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku. Situasi di Jalan Malioboro berangsur normal setelah petugas berhasil membubarkan konvoi ricuh tersebut.

Dari Malioboro hingga Candi Prambanan Ikon dan Destinasi Wajib di Jogja

Yogyakarta, atau yang akrab disapa Jogja, adalah magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Daya tariknya terletak pada perpaduan harmonis antara budaya yang kental, sejarah yang kaya, dan keindahan alam yang memukau. Dua ikon yang tak boleh terlewatkan saat berkunjung ke kota ini adalah Jalan Malioboro yang selalu ramai dan megahnya Candi Prambanan. Keduanya menawarkan pengalaman yang berbeda namun sama-sama tak terlupakan.

Malioboro: Jantungnya Kota Jogja. Jalan legendaris ini adalah denyut nadi pariwisata dan perdagangan. Siang hari, Anda akan disuguhi deretan toko batik, kerajinan tangan, pedagang kaki lima dengan dagangan khas, hingga lesehan yang menjajakan gudeg dan nasi kucing. Suasana yang ramai dan penuh warna menjadi ciri khas Malioboro. Sore hingga malam hari, jalan ini semakin hidup dengan alunan musik jalanan dan lampu-lampu yang menghiasi. Berjalan kaki menyusuri Malioboro, berbelanja oleh-oleh, mencicipi kuliner lokal, dan berinteraksi dengan keramahan warganya adalah pengalaman wajib saat di Jogja. Jangan lupa untuk berfoto di depan papan nama ikonik Jalan Malioboro sebagai kenang-kenangan.

Candi Prambanan: Kemegahan Arsitektur Hindu Abad ke-9. Beranjak dari hiruk pikuk kota, kunjungan ke Candi Prambanan akan membawa Anda pada kekaguman akan keindahan sejarah dan arsitektur masa lampau. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini terdiri dari beberapa candi utama yang menjulang tinggi, didedikasikan untuk Trimurti (Siwa, Brahma, dan Wisnu). Relief-relief yang terukir di dinding candi menceritakan kisah Ramayana yang abadi. Waktu terbaik untuk mengunjungi Prambanan adalah saat matahari terbit atau terbenam, ketika cahaya keemasan memancarkan keindahan yang luar biasa pada candi. Pertunjukan Sendratari Ramayana yang digelar di pelataran candi pada malam hari juga merupakan pengalaman budaya yang tak terlupakan.

Perjalanan dari Malioboro ke Candi Prambanan relatif mudah ditempuh dengan berbagai pilihan transportasi, mulai dari taksi, becak, hingga transportasi umum. Keduanya menawarkan perspektif yang berbeda tentang Jogja. Malioboro merepresentasikan kehidupan kota yang dinamis dan interaksi sosial, sementara Candi Prambanan membawa kita pada keagungan sejarah dan spiritualitas.

Mengunjungi Malioboro dan Candi Prambanan adalah dua sisi mata uang yang melengkapi pengalaman wisata Anda di Jogja. Keduanya adalah ikon yang tak terpisahkan dari identitas kota ini dan menjadi destinasi wajib bagi siapa pun yang ingin merasakan pesona sejati Yogyakarta.

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Timah Ilegal di Bekasi, Rugikan Negara Rp 10 Miliar!

Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penambangan timah ilegal di wilayah Bekasi dan menetapkan dua orang sebagai tersangka. Lebih mengejutkan lagi, aktivitas ilegal ini diperkirakan telah merugikan negara hingga mencapai angka fantastis, yakni Rp 10 miliar.

Kedua tersangka yang berhasil diamankan oleh Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Metro Jaya adalah A (44) dan S (59). Mereka ditangkap di wilayah Bekasi terkait aktivitas penambangan dan pengelolaan timah tanpa izin yang merugikan keuangan negara dan lingkungan.

Dalam konferensi pers yang disiarkan, polisi mengungkapkan bahwa modus operandi para tersangka adalah melakukan penambangan timah secara ilegal di wilayah Bekasi. Timah hasil penambangan tersebut kemudian diolah dan dijual tanpa melalui mekanisme perizinan yang sah. Akibatnya, negara kehilangan potensi pendapatan yang sangat besar.

Selain menangkap kedua tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang signifikan, termasuk alat berat yang digunakan untuk penambangan, kendaraan pengangkut timah, dan sejumlah besar timah ilegal yang siap dijual. Barang bukti ini akan digunakan untuk memperkuat proses hukum terhadap para tersangka dan mengungkap jaringan yang lebih luas.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Ade Safri Simanjuntak, menegaskan komitmen pihaknya untuk memberantas segala bentuk aktivitas pertambangan ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan. Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengidentifikasi pihak-pihak lain yang mungkin terlibat dalam kasus ini.

Penetapan dua tersangka dan pengungkapan kerugian negara sebesar Rp 10 miliar ini menjadi bukti keseriusan Polda Metro Jaya dalam menindak tegas pelaku kejahatan pertambangan ilegal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan melindungi sumber daya alam negara dari praktik-praktik ilegal yang merugikan.

Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Kementerian ESDM dan pemerintah daerah, untuk menindaklanjuti kasus ini dan mencegah praktik serupa terulang di masa depan.

Mereka mengimbau masyarakat untuk turut serta memberikan informasi jika mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal di lingkungan sekitar. Kerugian negara sebesar Rp 10 miliar ini menjadi pengingat betapa seriusnya dampak ekonomi dari kejahatan pertambangan.