Innalillahi! Tukang Gorengan Tewas Tertimpa Pohon Tumbang di Yogyakarta
Kabar duka menyelimuti Kota Yogyakarta setelah seorang pedagang gorengan ditemukan tewas tertimpa pohon tumbang di kawasan Jalan Affandi (Gejayan) pada Kamis sore, 17 April 2025. Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut. Korban yang diketahui bernama Bapak Slamet (52 tahun) sedang menjajakan dagangannya di pinggir jalan ketika tiba-tiba sebuah pohon besar di тротоар tumbang dan menimpanya. Akibatnya, Bapak Slamet mengalami luka parah dan dinyatakan tewas tertimpa pohon di lokasi kejadian.
Menurut keterangan dari beberapa saksi mata, hujan deras dan angin kencang datang secara tiba-tiba. Pohon trembesi berukuran cukup besar yang berada di тротоар Jalan Affandi tersebut terlihat bergoyang kuat sebelum akhirnya tumbang dan menimpa gerobak gorengan beserta Bapak Slamet yang sedang berada di sampingnya. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut segera berusaha memberikan pertolongan, namun kondisi korban sudah sangat memprihatinkan. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta dan kepolisian sektor (Polsek) Depok Sleman segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Proses evakuasi jenazah Bapak Slamet berlangsung cukup sulit karena tertimpa batang pohon yang besar. Petugas BPBD menggunakan peralatan khusus untuk memotong dahan dan mengangkat batang pohon yang menimpa korban. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Bapak Slamet dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta untuk dilakukan visum et repertum. Pihak keluarga korban yang datang ke lokasi kejadian tampak sangat terpukul dan tidak kuasa menahan kesedihan atas musibah yang menimpa Bapak Slamet yang tewas tertimpa pohon tersebut.
Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Bapak Nurhadi, mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak berteduh atau beraktivitas di bawah pohon-pohon besar yang rawan tumbang saat cuaca buruk. Kami juga akan melakukan inventarisasi dan pemangkasan pohon-pohon tua yang berpotensi membahayakan,” ujar Bapak Nurhadi di lokasi kejadian. Pihak kepolisian dari Polsek Depok Sleman melakukan olah TKP dan mencatat keterangan saksi-saksi terkait peristiwa tewas tertimpa pohon ini. Kejadian tragis ini menjadi pengingat akan bahaya cuaca ekstrem dan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh masyarakat.